Powered By Blogger

GLamee Story of Aizee


Kamis, 23 Februari 2012

Penyakit Auto Imun

I.             Definisi
Gangguan autoimun adalah kegagalan fungsi sistem kekebalan tubuh yang membuat badan menyerang jaringannya sendiri. Sistem imunitas menjaga tubuh melawan pada apa yang terlihatnya sebagai bahan asing atau berbahaya. Bahan seperti itu termasuk mikro-jasad, parasit (seperti cacing), sel kanker, dan malah pencangkokan organ dan jaringan.
Bahan yang bisa merangsang respon imunitas disebut antigen. Antigen adalah molekul yang mungkin terdapat dalam sel atau di atas permukaan sel (seperti bakteri, virus, atau sel kanker). Beberapa antigen ada pada jaringan sendiri tetapi biasanya, sistem imunitas bereaksi hanya terhadap antigen dari bahan asing atau berbahaya, tidak terhadap antigen sendiri. Sistem  munitas kadang-kadang rusak, menterjemahkan jaringan tubuh sendiri sebagai antigen asing dan menghasilkan antibodi (disebut autoantibodi) atau sel imunitas menargetkan dan menyerang jaringan tubuh sendiri. Respon ini disebut reaksi autoimun. Hal tersebut menghasilkan radang dan kerusakan jaringan. Efek seperti itu mungkin merupakan gangguan autoimun, tetapi beberapa orang menghasilkan jumlah yang begitu kecil autoantibodi sehingga gangguan autoimun tidak terjadi.
Sistem kekebalan pada keadaan tertentu tidak mampu bereaksi terhadap antigen yang lazimnya berpotensi menimbulkan respon imun. Keadaan tersebut disebut toleransi kekebalan (immunological tolerance) dan terjadi melalui beberapa mekanisme, yaitu :

©       Deleksi klonal, yaitu eliminasi klon (kelompok sel yang berasal dari satu sel) limfosit, terutama limfosit T dan sebagian kecil lmfosit B, selama proses pematangan;
©       Anergi klon, yaitu ketidakmampuan klon limfosit menampilkan fungsinya;
©       Supresi klon, yaitu pengendalian fungsi “pembantu” limfosit T.

Pada umumnya, sistem kekebalan dapat membedakan antar antigen diri (self antigen) dan antigen asing atau bukan diri (non-self antigen). Dalam hal ini terjadi toleransi imunologik terhadap antigen diri (self tolerance). Apabila sistem kekebalan gagal membedakan antara antigen self dan non-self, maka terjadi pembentukan limfosit T dan B yang auto reaktif dan mengembangkan reaksi terhadap antigen diri (reaksi auto imun).


Penyakit autoimun terdiri dari dua golongan, yaitu :
1.      Khas organ (organ specific) dengan pembentukan antibodi yang khas organ; contoh : Thiroiditis, dengan auto-antibodi terhadap tiroid; Diabetes Mellitus, dengan auto-antibodi terhadap pankreas; sclerosis multiple, dengan auto-antibodi terhadap susunan saraf; penyakit radang usus, dengan auto-antibodi terhadap usus.
2.      Bukan khas organ (non-organ specific), dengan pembentukan auto antibodi yang tidak terbatas pada satu organ.
Contoh : Systemic lupus erythemathosus (SLE), arthritis rheumatika, vaskulitis sistemik dan scleroderma, dengan auto-antibodi terhadap berbagai organ.

II.           Faktor-faktor yang berpengaruh pada perkembangan penyakit autoimun
Penyakit autoimun timbul akibat patahnya toleransi kekebalan diri dan dipengaruhi oleh berbagai faktor (multi faktor). Faktor-faktor yang bersifat predisposisi dan/atau bersifat kontributif adalah:
1.      Genetik, yaitu haplotipe HLA tertentu meningkatkan risiko penyakit autoimun. Reaksi autoimun dijumpai .
2.      Kelamin (gender), yaitu wanita lebih sering daripada pria.
3.    Infeksi, yaitu virus Epstein-Barr, mikoplasma, streptokok, Klebsiella, malaria, dll, berhubungan dengan beberapa penyakit autoimun;
4.     Sifat autoantigen, yaitu enzim dan protein (heat shock protein) sering sebagai antigen sasaran dan mungkin bereaksi silang dengan antigen mikroba;
5.      Obat-obatan, yaitu obat tertentu dapat menginduksi penyakit autoimun;
6.      Umur, yaitu sebagian besar penyakit autoimun terjadi pada usia dewasa.

III.
        Penyebab
Reaksi autoimun dapat dicetuskan oleh beberapa hal :
·          Senyawa yang ada di badan yang normalnya dibatasi di area tertentu (disembunyikan dari sistem kekebalan tubuh) dilepaskan ke dalam aliran darah. Misalnya, pukulan ke mata bisa membuat cairan di bola mata dilepaskan ke dalam aliran darah. Cairan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk mengenali mata sebagai benda asing dan menyerangnya.
·          Senyawa normal di tubuh berubah, misalnya, oleh virus, obat, sinar matahari, atau radiasi. Bahan senyawa yang berubah mungkin kelihatannya asing bagi sistem kekebalan tubuh. Misalnya, virus bisa menulari dan demikian mengubah sel di badan. Sel yang ditulari oleh virus merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menyerangnya.
·          Senyawa asing yang menyerupai senyawa badan alami mungkin memasuki badan. Sistem kekebalan tubuh dengan kurang hati-hati dapat menjadikan senyawa badan mirip seperti bahan asing sebagai sasaran. Misalnya, bakteri penyebab sakit kerongkongan mempunyai beberapa antigen yang mirip dengan sel jantung manusia. Jarang terjadi, sistem kekebalan tubuh dapat menyerang jantung orang sesudah sakit kerongkongan (reaksi ini bagian dari demam rheumatik).
·          Sel yang mengontrol produksi antibodi misalnya, limfosit B (salah satu sel darah putih) mungkin rusak dan menghasilkan antibodi abnormal yang menyerang beberapa sel badan.
Keturunan mungkin terlibat pada beberapa kekacauan autoimun. Kerentanan kekacauan, daripada kekacauan itu sendiri, mungkin diwarisi. Pada orang yang rentan, satu pemicu, seperti infeks virus atau kerusakan jaringan, dapat membuat kekacauan berkembang. Faktor hormonal juga mungkin dilibatkan, karena banyak kekacauan autoimun lebih sering terjadi pada wanita.

IV.        Gejala
Gangguan autoimun dapat menyebabkan demam. Gejala bervariasi bergantung pada gangguan dan bagian badan yang terkena. Beberapa gangguan autoimun mempengaruhi jenis tertentu jaringan di seluruh badan misalnya, pembuluh darah, tulang rawan atau kulit. Gangguan autoimun lainnya mempengaruhi organ khusus. Sebenarnya organ yang mana pun, termasuk ginjal, paru-paru, jantung dan otak bisa dipengaruhi. Hasil dari peradangan dan kerusakan jaringan bisa menyebabkan rasa sakit, merusak bentuk sendi, kelemahan, penyakit kuning, gatal, kesukaran pernafasan, penumpukan cairan (edema), demam, bahkan kematian.

V.           Diagnosa
Pemeriksaan darah yang menunjukkan adanya radang dapat diduga sebagai gangguan autoimun. Misalnya, pengendapan laju eritrosit (ESR) seringkali meningkat, karena protein yang dihasilkan dalam merespon radang mengganggu kemampuan sel darah merah (eritrosit) untuk tetap ada di darah. Sering, jumlah sel darah merah berkurang (anemia) karena radang mengurangi produksi mereka. Tetapi radang mempunyai banyak sebab, banyak di antaranya yang bukan autoimun. Dengan begitu, dokter sering mendapatkan pemeriksaan darah untuk mengetahui antibodi yang berbeda yang bisa terjadi pada orang yang mempunyai gangguan autoimun khusus. Contoh antibodi ini ialah antibodi antinuclear, yang biasanya ada di lupus erythematosus sistemik, dan faktor rheumatoid atau anti-cyclic citrullinated peptide (anti-CCP) antibodi, yang biasanya ada di radang sendi rheumatoid. Antibodi ini pun kadang-kadang mungkin terjadi pada orang yang tidak mempunyai gangguan autoimun, oleh sebab itu dokter biasanya menggunakan kombinasi hasil tes dan tanda dan gejala orang untuk mengambil keputusan apakah ada gangguan autoimun.

VI.        Pengobatan
Pengobatan memerlukan kontrol reaksi autoimun dengan menekan sistem kekebalan tubuh. Tetapi, beberapa obat digunakan reaksi autoimun juga mengganggu kemampuan badan untuk berjuang melawan penyakit, terutama infeksi. Obat yang menekan sistem kekebalan tubuh (imunosupresan), seperti azathioprine, chlorambucil, cyclophosphamide, cyclosporine, mycophenolate, dan methotrexate, sering digunakan, biasanya secara oral dan seringkali dalam jangka panjang. Obat ini menekan bukan hanya reaksi autoimun tetapi juga kemampuan badan untuk membela diri terhadap senyawa asing, termasuk mikro-jasad penyebab infeksi dan sel kanker. Konsekwensinya, risiko infeksi tertentu dan kanker meningkat.

Sering kortikosteroid seperti prednison diberikan secara oral. Obat ini mengurangi radang sebaik menekan sistem kekebalan tubuh. Kortikosteroid yang digunakan dalam jangka panjang memiliki banyak efek samping. Kalau mungkin kortikosteroid dipakai untuk waktu yang pendek sewaktu gangguan mulai atau sewaktu gejala memburuk. Tetapi kadang-kadang harus dipakai untuk jangka waktu tidak terbatas.
Gangguan autoimun tertentu (seperti multipel sklerosis dan gangguan tiroid) juga diobati dengan obat lain daripada imunosupresan dan kortikosteroid. Pengobatan untuk mengurangi gejala juga mungkin diperlukan.

Etanercept, infliximab, dan adalimumab menghalangi aksi faktor tumor necrosis (TNF), bahan yang bisa menyebabkan radang di badan. Obat ini sangat efektif dalam mengobati radang sendi rheumatoid, tetapi mereka mungkin berbahaya jika digunakan untuk mengobati gangguan autoimun tertentu lainnya, seperti multipel sklerosis. Obat ini juga bisa menambah risiko infeksi dan kanker tertentu.


Obat baru tertentu secara khusus membidik sel darah putih. Sel darah putih menolong pertahanan tubuh melawan infeksi tetapi juga berpartisipasi pada reaksi autoimun.
Abatacept menghalangi pengaktifan salah satu sel darah putih (sel T) dan dipakai pada radang sendi rheumatoid. Rituximab, terlebih dulu dipakai melawan kanker sel darah putih tertentu, bekerja dengan menghabiskan sel darah putih tertentu (B lymphocytes) dari tubuh. Efektif pada radang sendi rheumatoid dan dalam penelitain untuk berbagai gangguan autoimun lainnya. Obat lain yang ditujukan melawan sel darah putih sedang dikembangkan.

Plasmapheresis digunakan untuk mengobati sedikit gangguan autoimun. Darah dialirkan dan disaring untuk menyingkirkan antibodi abnormal. Lalu darah yang disaring dikembalikan kepada pasien. Beberapa gangguan autoimun terjadi tak dapat dipahami sewaktu mereka mulai. Tetapi kebanyakan gangguan autoimun kronis. Obat sering diperlukan sepanjang hidup untuk mengontrol gejala.
Prognosis bervariasi bergantung pada gangguan.





VII.     Penyakit Autoimun
Tabel 1. Gangguan Autoimun

Beberapa Gangguan Autoimun
Gangguan
Jaringan yang terkena
Konsekwensi
Anemia hemolitik autoimun
Sel darah merah
Anemia (berkurangnya jumlah sel darah merah) terjadi, menyebabkan kepenatan, kelemahan, dan sakit kepala ringan. Limpa mungkin membesar. Anemia bisa hebat dan bahkan fatal.
Bullous pemphigoid
Kulit
Lepuh besar, yang kelilingi oleh area bengkak yang merah, terbentuk di kulit. Gatal biasa. Dengan pengobatan, prognosis baik.
Sindrom Goodpasture
Paru-paru dan ginjal
Gejala, seperti pendeknya nafas, batuk darah, kepenatan, bengkak, dan gatal, mungkin berkembang. Prognosis baik jika pengobatan dilaukan sebelum kerusakan paru-paru atau ginjal hebat terjadi.
Penyakit Graves
Kelenjar thyroid
Kelenjar gondok dirangsang dan membesar, menghasilkan kadar tinggi hormon thyroid (hyperthyroidism). Gejala mungkin termasuk detak jantung cepat, tidak tahan panas, tremor, berat kehilangan, dan kecemasan. Dengan pengobatan, prognosis baik.
Thyroiditis Hashimoto
Kelenjar thyroid
Kelenjar gondok meradang dan rusak,menghasilkan kadar hormon thyroid rendah (hypothyroidism). Gejala seperti berat badan bertambah, kulit kasar, tidak tahan ke dingin, dan mengantuk. Pengobatan seumur hidup dengan hormon thyroid perlu dan biasanya mengurangi gejala secara sempurna.
Multiple sclerosis
Otak dan spinal cord
Seluruh sel syaraf yang terkena rusak. Akibatnya, sel tidak bisa meneruskan sinyal syaraf seperti biasanya. Gejala mungkin termasuk kelemahan, sensasi abnormal, kegamangan, masalah dengan pandangan, kekejangan otot, dan sukar menahan hajat. Gejala berubah-ubah tentang waktu dan mungkin datang dan pergi. Prognosis berubah-ubah.
Myasthenia gravis
Koneksi antara saraf dan otot (neuromuscular junction)
Otot, teristimewa yang dipunyai mata, melemah dan lelah dengan mudah, tetapi kelemahan berbeda dalam hal intensitas. Pola progresivitas bervariasi secara luas. Obat biasanya bisa mengontrol gejala.
Pemphigus
Kulit
Lepuh besar terbentuk di kulit. Gangguan bisa mengancam hidup.
Pernicious anemia
Sel tertentu di sepanjang perut
Kerusakan pada sel sepanjang perut membuat kesulitan menyerap vitamin B12. (Vitamin B12 perlu untuk produksi sel darah tua dan pemeliharaan sel syaraf). Anemia adalah, sering akibatnya menyebabkan kepenatan, kelemahan, dan sakit kepala ringan. Syaraf bisa rusak, menghasilkan kelemahan dan kehilangan sensasi. Tanpa pengobatan, tali tulang belakang mungkin rusak, akhirnya menyebabkan kehilangan sensasi, kelemahan, dan sukar menahan hajat. Risiko kanker perut bertambah. Juga, dengan pengobatan, prognosis baik.
Rheumatoid arthritis
Sendi atau jaringan lain seperti jaringan paru-paru, saraf, kulit dan jantung
Banyak gejala mungkin terjadi. termasuk demam, kepenatan, rasa sakit sendi, kekakuan sendi, merusak bentuk sendi, pendeknya nafas, kehilangan sensasi, kelemahan, bercak, rasa sakit dada, dan bengkak di bawah kulit. Progonosis bervariasi
Systemic lupus erythematosus (lupus)
sendi, ginjal, kulit, paru-paru, jantung, otak dan sel darah
Sendi walau tidak menjadi cacat. Gejala anemia, seperti kepenatan, kelemahan, sakit kepala, pendek nafas, gangguan ginjal, paru-paru atau jantung, gatal dan rasa sakit dada mungkin terjadi. Bercak mungkin timbul. Kebanyakan orang bisa menempuh hidup aktif meskipun ada keluhan ataupun serangan.
Diabetes mellitus tipe
Sel beta dari pankreas (yang memproduksi insulin)
Gejala mungkin termasuk kehausan berlebihan, buang air kecil dan selera makan seperti komplikasi bervariasi dengan jangka panjang.
Pengobatan seumur hidup dengan insulin diperlukan, sekalipun perusakan sel pankreas berhenti, karena tidak cukup sel pankreas yang ada untuk memproduks insulin yang cukup. Prognosis bervariasi sekali dan cenderung menjadi lebih jelek kalau penyakitnya parah dan bertahan hingga waktu yang lama.
Vasculitis
Pembuluh darah
Vasculitis bisa mempengaruhi pembuluh darah di satu bagian badan (seperti syaraf, kepala, kulit, ginjal, paru-paru atau usus) atau beberapa bagian. Ada beberapa macam. Gejala (seperti bercak, rasa sakit abdominal, kehilangan berat badan, kesukaran pernafasan, batuk, rasa sakit dada, sakit kepala, kehilangan pandangan, dan gejala kerusakan syaraf atau kegagalan ginjal) bergantung pada bagian badan mana yang dipengaruhi. Prognosis bergantung pada sebab dan berapa banyak jaringan rusak. Biasanya, prognosis lebih baik dengan pengobatan.

1.             Lupus Eritematosus Sistemik (SLE)
Penyakit ini tergolong penyakit autoimun non organ specific. Penderita umumnya adalah wanita dengan perbandingan wanita terhadap pria 9:1; kebanyakan menjangkiti usia reproduktif, namun dapat juga terjadi pada masa kanak-kanak. Gejala kliniknya dapat sangat bervariasi dari yang tidak khas sampai kepada yang khas, begitu juga dengan intensitasnya dari yang ringan sampai yang berat.



Gejala klinik :
  • Ruam kulit pada pipi dan hidung yang menyerupai gambar kupu-kupu (butterfly rash), arthritis, demam, pleuritis dan fotosensitif.
  • Demam yang tak diketahui sebabnya,
  • Arthritis yang menyerupai arthritis rheumatoid atau demam reuma,
  • Rambut rontok, anemia/ kelainan hematologik lainnya,
  • Peradangan mukosa, kelainan ginjal,
  • Gejala neurologik berupa kejang bahkan psikosis, dan serositis.

Kriteria mendiagnosis SLE menurut American Rheumatism Association (ARA) :
a. Ruam malar, kemerahan pada kulit di eminens malar;
b. Ruam discoid, kemerahan kulit disertai pembentukan sisik;
c. Fotosensitifitas, yaitu kemerahan kulit yang berlebihan setelah terpajan sinar matahari;
d.   Artritis, non-erosif, pada 1 atau lebih sendi kecil ditandai dengan pembengkakan/ efusi dan nyeri;
e.    Serositis, bisa berupa pleuritis, perikarditis;
f.    Kelainan ginjal, ditandai dengan proteinuria, sedimen torak eritrosit atau Hb;
g.   Gejala neurologik, berupa kejang dan psikis yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya;
h.   Kelainan hematologik, seperti anema, lekopenia, limfopenia atau trombositopenia;
i.     Kelainan imunologik, seperti ANA, antibodi anti Sm, sel LE;
j.     Titer ANA yang tinggi pada serum sewaktu.

Jika penderita menunjukkan sekurang-kurangnya 4 dari 10 gejala secara berurutan atau bersamaan dalam suatu interval waktu tertentu, maka diagnosis Lupus eritematosus sistemik dapat ditegakkan.

Perjalanan penyakit ini bersifat kronik dan hilang timbul. Penderita dapat menunjukkan gejala klinik yang berat dan dapat meninggal beberapa bulan sesudah diagnosis; atau dapat hidup bertahun-tahun bahkan puluhan tahun dengan gejala penyakit yang hilang timbul. Penyebab kematian utama adalah gagal ginjal, infeksi interkuren serta keterlibatan susunan saraf pusat secara difus.

1.       Lupus
Beberapa faktor etiologi yang dianggap berperan dalam timbulnya penyakit ini adalah :
# Genetik
Faktor ini dibuktikan perannya melalui adanya fakta di mana kejadian penyakit serupa pada kembar monozigotik sebanyak kira-kira 20% dibandingkan dengan pada kembar dizogotik yang hanya 3%. Kemudian juga ditemukan fakta bahwa anggota keluarga yang tidak manifes secara klinik, ternyata menunjukkan adanya autoantibodi di serum. Fenomena terakhir ini juga merupakan indikasi bahwa manifestasi klinik penyakit autoimun ditentukan juga oleh faktor pencetus lainnya, misalnya faktor lingkungan / non-genetik. Selanjutnya, jenis HLA tertentu yang dulu dianggap merupakan predisposisi terhadap penyakit autoimun, ternyata berkaitan dengan pembentukan autoantibodi tertentu seperti anti ds-DNA, anti Sm dan antifosfolipid.
#    Non-genetik
Obat-obatan seperti hidralazin, procainamid dan D-penicillamin dapat mencetuskan lupus eritematosus pada manusia. Sinar matahari, khususnya ultraviolet juga berefek serupa karena akan memacu keratinosit membentuk IL-1. Hal lainnya adalah virus serta hormon seksual. Eksaserbasi yang terjadi seiring dengan daur haid merupakan petunjuk peran hormon seks ini.
#      Imunologik
Kelainan fungsi sistem imun diduga mendasari proses terjadinya lupus. Letak kelainan masih kontroversial, semula diduga sebagai akibat sel B yang hperaktif pada perangsangan poliklonal, namun belakangan ini ditemukan indikasi bahwa letak kelainan adalah pada sel T penolong. Mekanisme imunologik yang mendasari kerusakan jaringan pada umumnya adalah hipersensitifitas tipe III.

2.       Lupus Eritematosus Diskoid
Penyakit ini ditandai dengan kelainan kulit berupa ruam diskoid tanpa disertai manifestasi pada multiorgan seperti lupus eritematosus sistemik. Kelainan terutama hanya pada muka dan kulit kepala. Hanya sebagian kecil penderita disertai manifestasi multi organ; namun pada sebagian kecil kasus di kemudian hari dapat berkembang menjadi bentuk yang sistemik. ANA ditemukan pada kira-kira 35% kasus namun ds- DNA jarang dijumpai.

3.        Sindroma Syögren
Penyakit ini ditandai dengan keluhan kekeringan pada mata (xerophtalmia) dan mulut (xerostomia). Kelenjar eksokrin lain dapat juga terlibat antara lain di saluran pernapasan, saluran cerna serta reproduksi.
Pada kelenjar liur dan kelenjar air mata dijumpai disebukan limfosit padat disertai atrofi asinus atau duktus. Sebagian besar sel limfosit adalah sel T penolong dan sebagian kecil adalah sel B serta sel plasma. Diduga sel T sitotoksik dan Ig (autoantibodi) yang melakukan destruksi terhadap asinus dan duktus. Hal yang menarik adalah dtemukannya monoklonalitas pada populasi sel B di jaringan kelenjar; dan memang pada sebagian kasus, di kemudian hari ternyata berkembang menjadi limfoma malignum.
Kelainan ini dapat terjadi secara tersendiri atau sebagai bagian dari penyakit autoimun yang lain seperti atritis reumatoid, LES, skleroderma dll.
Auto antibody yang ditemukan antara lain ANA, anti ribonukleoprotein (RNP) : SS-A (Ro) dan SS-B (La); sel LE dan faktor rheumatoid. SS-A dan SS-B adalah antibodi yang diagnostik untuk sindroma Syögren.
Gejala klinik dapat berupa penglihatan yang kabur, mata gatal bahkan ulserasi kornea; sariawan-fisura mulut, kesulitan menelan, penurunan daya pengecap, pembengkakan parotis. Dapat juga terjadi gangguan pada hidung berupa epistaksis, kering dan ulserasi septum; bronkitis, pneumonitis dan lain-lain.

4.       Skleroderma (sklerosis sistemik)
Kelainan ini ditandai dengan fibrosis terutama pada kulit, yang dapat disertai atau kemudian melibatkan berbagai organ seperti saluran pernapasan, saluran cerna, jantung, ginjal, vaskuler. Berdasarkan luasnya sistem yang terjangkit, akhir-akhir ini dibuat kategori atas :
1) skleroderma difus, jika dalam waktu singkat sudah melibatkan berbagai organ;
2) skleroderma lokal, jika baru melibatkan berbagai organ setelah waktu yang lama.
Kelainan ini terutama dijumpai pada wanita pada usia sekitar 50-60 tahun. Manisfestasi pada kulit berupa atrofi kulit yang biasanya dimulai dari jari-jari kemudian menjalar ke arah proksimal yaitu ke leher dan muka. Kelainan saluran cerna ditandai dengan kesulitan menelan, malabsorbs, obstruksi, nyeri perut, anemi dan berat badan yang menurun. Hal ini disebabkan terjadi fibrosis lapisan muskularis dan lapisan mukosa. Sesak napas dapat terjadi akibat fibrosis paru, dan hal ini dapat pula berakibat pada terjadinya payah jantung kanan. Manifestasi ginjal berupa proteinuria ringan serta hipertensi yang sering berat atau progresif.
Mekanisme yang mendasari kelainan ini adalah berbagai hal yang menyebabkan/mengaktifkan proses fibrosis.
Proses ini dapat terjadi melalui aktifasi sel T oleh antigen tertentu (autoantigen) yang kemudian menghasilkan sitokin yang mengaktifkan sel mast dan makrofag. Makrofag dan sel mast kemudian menghasilkan tumor necrosis factor (TNF), pltelet derived growth factor (PDGF), chemotactic factor (CF), transforming growth factor beta (TGF-β) dan IL-1. Semua sitokin ini akan memacu proliferasi fibroblas dan fibrosis.
Jalur lain adalah melalui cedera vaskuler oleh sebab yang tidak diketahui, kemudian terjadi agregasi trombosit, pembentukan mikrotrombi, oklusi, iskemi, nekrosis dan diakhiri dengan fibrosis.
Pada penderita ini juga dijumpai ANA; dua jenis ANA yang dianggap diagnostik untuk skleroderma adalah anti-Sc170, dan antisentromer.

5.       Sindroma Myasthenia
Terdapat 2 jenis sindroma myasthenia, yaitu :
*             Myasthenia gravis.
Pada sindrom jenis inil dibentuk autoantibodi terhadap reseptor asetil kolin sehingga terjadi hambatan ikatan asetilkolin dengan reseptornya dan menyebabkan gagalnya transmisi isyarat syaraf ke otot. Autoantibodi tersebut ditemukan di dalam serum pada 85 otot. Kelemahan otot mata yang menyebabkan penglihatan ganda dan menurunnya kelopak mata adalah tanda yang khas. Kelemahan otot larings menyebabkan dysphonia. Otot-otot lain dapat terserang pada perkembangan penyakit lebih lanjut. Kematian biasanya disebabkan kegagalan otot pernapasan. Pada penderita muda dan wanita sering dijumpai kelainan timus, seperti hiperplasi timus dan timoma. Gejala kelemahan otot dapat diperbaiki dengan timektomi atau pengobatan dengan inhibitor kholinesterase atau plasmapheresis untuk membuang antibodi yang berbahaya dari sirkulasi. Pengobatan tersebut bersifat menghilangkan gejala sementara sedangkan penyakitnya belum dapat disembuhkan.

*             Sindroma myasthenia Lamber-Eaton
Terbentuk antibodi terhadap protein kanal kalsium (calcium channel protein) yang menghambat pelepasan asetilkolin dari ujung saraf. Sindroma ini adalah contoh penyakit autoimun paraneoplastik. Kebanyakan menderita karsinoma paru jenis oat cell, yang dianggap menjadi dasar timbulnya reaksi autoimun terhadap protein kanal kalsium. Berbeda dengan myasthenia gravis, kelemahan otot dapat membaik pada pergerakan. Pengobatan bersifat simtomatik karena kankernya sulit disembuhkan.

6.       Psoriasis
a)      Pengertian
Psoriasis adalah sejenis penyakit kulit yang penderitanya mengalami proses pergantian (kulit) yang terlalu cepat. Kemunculan penyakit ini kadang-kadang dalam jangka waktu lama atau kambuhan dalam waktu yang tidak menentu. Penyakit ini secara klinis bersifat tidak mengancam jiwa dan tidak menular. Akan tetapi, penyakit ini dapat muncul pada bagian tubuh mana saja sehingga dapat menurunkan kualitas hidup dan mengganggu kekuatan mental penderita bila tidak dirawat dengan baik. Bila tidak diobati dengan benar, penyakit bisa mengalami komplikasi (penyakit menjadi lebih buruk) seperti psoriatic eritroderma (seluruh kilit tubuh menjadi merah) atau psoriasis pustulosa generalisata (psoriasis dengan gelembung-gelembung kecil berisi nanah) yang dapat membahayakan jiwa penderita.
                 
b)     Tipe psoriasis yang sering ditemukan:
-      Bentuk vulgalis (bentuk plak)
-      Bentuk bintik-bintik (guttate)
-      Bentuk pada bagian lipatan (flexura)
-      Bentuk menyebar luas atau eritroderma (seluruh kulit)
-      Bentuk gelembung bernanah (pustula)
-      Bentukmengelupas (exfoliative)
-      Psoriasis sendi ( psoriasis yang disertai radang sendi)
c)      Penyebab:
Penyebab penyakit ini masih belum diketahui, tetapi para peneliti sudah berhasil menemukan gen abnormal yang mengarah ke pembentukan psoriasis pada penderita. Dengan demikian penyakit ini mempunyai risiko menjadi penyakit keturunan. Umumnya psoriasis tidak membahayakan jiwa walaupun sangat mengganggu kualitas hidup. Kehidupan pribadi, sosial, dan pekerjaan penderita juga sangat dipengaruhi oleh penyakit jika kelainan kulitnya mengenai tempat tertentu (misalnya muka, telapak tangan atau kaki, alat kelamin).
Bila tidak diobati dengan benar, penyakit bisa mengalami komplikasi (penyakit menjadi lebih buruk) seperti psoriatic eritroderma (seluruh kilit tubuh menjadi merah) atau psoriasis pustulosa generalisata (psoriasis dengan gelembung-gelembung kecil berisi nanah) yang dapat membahayakan jiwa penderita.

  "Beberapa keadaan lingkungan atau faktor tertentu dapat memperburuk atau mencetuskan psoriasis. Seperti stres, cuaca dingin dan kelembaban rendah, obat-obat tertentu, infeksi (kuman streptokokus, HIV), trauma (garukan, gesekan), alkohol dan merokok. Kesemuanya itu memungkinkan seseorang mengidap psoriasis yang menurunkan kualitas hidup," jelasnya.
d)     Data statistik
Mekanisme terjadinya psoriasis
Biasanya didahului dengan semacam luka memar atau benturan di salah satu bagian kulit tubuh, setelah kejadian itu, bagian yang kena trauma itu tidak kunjung sembuh. Bahkan sebaliknya makin memburuk dan mulai menyebar. Kemudian ada lagi luka memar di bagian kulit lain. Luka luka itu bisa tetap kecil dan menghilang atau sebaliknya melebar dan meluas. Setelah berjalan beberapa lama biasanya penyakit ini meluas, sehingga orang itu mencari pengobatan. Padahal ibu sedang hamil, nampaknya penyakit ini seperti tumbuh dan menghilang. Namun setelah melahirkan psoriasisnya kembali kambuh lagi.

Apakah seorang penderita psoriasis itu sehat?
Kebanyakan dokter menganggap psoriasis itu adalah hanya masalah pada bagian lapis kulit saja. Padahal itu tidak benar sama sekali. Perubahan pada bagian kulit hanya sebagai tanda awal permulaan dari suatu penyakit, Jadi penderita psoriasis itu sebetulnya bukanlah seorang yang sehat badani. Karena dibagian dalam tubuh ada yang tidak beres kerja dan fungsinya. tetapi yang tersedia sekarang Cara pengobatan psoriasis sejak dulu sampai sekarang sangat banyak variasinya

Mengenali tanda psoriasis:
umpamanya seperti dengan obat luar, obat sistemik atau keduanya sekaligus. Fotokemoterapi seperti kombinasi antara obat dan disinar ultraviolet. Hasilnya sangat bervariasi, ada yang merasakan secara dramatis, akan tetapi ada pula yang merasakan seperti mendapat malapetaka. Seperti juga pada pengobatan penyakit lain ada yang sembuh ada pula yang tidak cocok.
Pada tahap permulaan, mirip dengan penyakit-penyakit kulit eritro papulo skuamus dermatosa (penyakit kulit yang memberikan gambaran bercak merah bersisik). Namun gambaran klinis akan makin jelas seiring dengan waktu lantaran penyakit ini bersifat menahun (kronis).
-   Awalnya, psoriasis ditandai dengan bercak merah dan kadang gatal, berbatas jelas yang tiba-tiba muncul dikulit, terutama di siku, lutut, daerah tulang ekor (sacrum), kepala dan daerah genital. Dippermukaan bercak terdapat sisik (skuama) berwarna putih mirip mika atau putih keperakan, kering, berlapis, kasar dan transparan.
-   Selanjutnya, bercak merah membesar, dan beberapa bergabung membentuk bercak yang lebih lebar.
-   Bercak pada umumnya berbentuk bulat atau oval, berukuran satu hingga beberapa senti meter dan menetap pada waktu yang lama.
-   Selain di kulit, psoriasis dapat mengenai kuku dan sendi (jarang).

Pengobatan 
Saat ini terdapat berbagai pengobatan psoriasis yang aman dan efektif. Pengobatan tersebut memperbaiki keadaan kulit serta mengurangi keluhan gatal. Dari banyaknya jenis pengobatan, hanya sebagian kecil saja pengobatan psoriasis dapat membersihkan kelainan kulit. Proses tersebut dinamakan clearance atau remisi. Setelah remisi masih diperlukan pengobatan lanjutan (pengobatan pemeliharaan) yang diberikan dalam jangka waktu lama untuk mempertahankan remisi atau mengontrol timbulnya kelainan kulit baru. Sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan psoriasis secara total. Semua pengobatan yang ada hanya dapat menekan gejala psoriasis. Sebagian besar penderita tidak pernah mencapai suatu keadaan remisi yang bebas pengobatan.
Tujuan pengobatan pada psoriasis ialah mengurangi keparahan (derajat kemerahan, tebal dan sisik) dan luas kelainan kulit sedemikian rupa sehingga penyakit tidak lagi menunggu pekerjaan, kehidupan pribadi dan sosial, dan kesejahteraan penderita. Agar perawatan ini berhasil, diperlukan kerjasama antara dokter dan penderita.
Hal lain yang harus diperhatikan sebelum memilih pengobatan psoriasis adalah derajat keparahan yang diderita. Juga lokasi penyakit, tipe, usia dan jenis kelamin juga riwayat kesehatan penderita. Langkah pertama yang dilakukan adalah pengobatan luar (topical). Langkah ini dapat dilakukan untuk penderita psoriasis ringan dengan luas kelainan kulit kurang dari 5 persen. Obat yang bisa digunakan antara lain ter batubara, kortikosteroid, calcipotriol, antralim, retinoid topical (tazaroten), asam salisilat, pimekrolimus, emolien dan keratolitik.
Langkah kedua atau fototerapi biasanya dipakai untuk mengobati psoriasis yang berhasil dengan pengobatan topical. Langkah ketiga adalah pengobatan sistemik, yaitu obat yang dimakan atau dimasukkan melalui suntik. Obat tersebut akan diserap dan masuk ke dalam aliran darah kemudian tersebar ke seluruh tubuh.

Obat sistemik biasanya disediakan khusus untuk psoriasis sedang sampai berat, atau psoriasis arthritis berat (disertai dengan cacat tubuh). Juga dipakai untuk psoriasis eritroderma atau psoriasis pustulosa. (AS/E-5)

 Cara pengobatan ortodoks, biasanya menggunakan pengolesan obat luar, seperti salf, krim, dan lotion, tetapi teknik pelaksanaan bisa berbeda beda dari mulai dengan mandi ter (tar). Sampai fotokemoterapi. Dengan menggunaka senar lesser. Sekali lagi hasilnya tidak selalu konsisten dari berhasil sampi gagal dan tidak ada gunanya. Zalf campuran steroid dan flourin, injeksi steroid, dan glukokortikosteroid sering juga digunakan, namun harus diawasi dan dipantau oleh dokter dengan ketat, sebab sering mengakibatkan efek samping yang buruk.



DAFTAR PUSTAKA

http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1080023516,32434,
http://cakmoki86.wordpress.com/2008/12/18/sekilas-psoriasis/http://id.wikipedia.org/wiki/Psoriasis

Pre Novel (E5 Merlin)

-->
Thursday

Aku tersenyum saat terjaga dari tidurku yang nyenyak. Dulunya, semua hari sama artinya bagiku. Namun, kedatangan email pertama dari sahabatku seolah merubah sesuatu. Aku mulai menyukai Thursday. Menantikan kedatangannya dengan harapan yang membubung tinggi. Bagaimana tidak, setelah sekian lama komunikasi yang terjalin dengan gadis-gadis yang telah menjadi sahabatku itu mengalami gangguan, dengan baiknya Tuhan mempertemukan kami lagi dengan cara seperti ini. Sekalipun aku harus berdamai dengan diriku yang sangat tidak sabaran mengenai apapun, tapi disini aku dipaksa sabar. Sabar menanti waktu mengantarkanku ke hari yang mulai menempati tempat spesial dalam hidupku.
Aku bangkit dari tempat tidurku dengan semangat yang menyala. Tugas rumah yang menggunung dan wajib ku selesaikan secepat mungkin ternyata tak membuat semangatku surut. Aku lelah, tentu saja. Tapi semua merupakan tugasku. Liburan di rumah tak ubahnya training menjadi ibu rumah tangga yang baik, yang tentu akan sangat membantu nantinya di saat aku menyandang status itu.
Dua minggu sudah aku di rumah. Tidak pergi kemana-mana. Alih-alih liburan ke luar kota seperti kebanyakan orang diluar sana yang bisa mengisi liburan mereka dengan sesuatu yang baru, sekedar jalan-jalan sore pun aku tidak. Apa ada yang tidak beres denganku? Tentu tidak. Aku adalah gadis yang sangat mencintai diriku, mencintai segala keinginan dan sejuta impian yang aku punya. Tapi keluarga, orang tua dan kehidupan yang sekarang aku jalani memberikan batas tertentu kepadaku. Aku tidak mengutuk apa yang saat ini aku terima, aku mensyukurinya, sangat mensyukurinya. Aku dianugerahi keluarga yang sangat mengedepankan kebersamaan. Tapi sesekali hasrat dan keinginanku bisa kesana kemari, ke tempat itu, mengunjungi ini, mengunjungi itu menyayangkan batasan itu.
Di usiaku yang bukan gadis belasan lagi, aku sudah cukup dewasa untuk memahami semuanya. Memahami didikan orang tuaku yang tak bisa ku pungkiri, konvensional. Aku telah terbiasa menerimanya. Dari sekian banyak hal yang tidak bisa kulakukan dulunya, perlahan bisa kulakukan sekarang. Meskipun sedikit terlambat dari kawanan seusiaku.
Aku mulai menyadari sesuatu, didikan seperti ini mungkin jalan terbaik untuk mendidik gadis sepertiku, dengan sejuta impian dan keinginan yang terlalu gila bagi kebanyakan orang. Sifat keras dan egois mematikan yang bersarang di diriku mungkin juga menjadi alasan kuat yang terlihat oleh kedua orangtuaku, terutama Ibu, sehingga beliau bersekukuh mendidikku dengan peraturan ini itu. Aku ingat kata-katanya yang selalu berhasil membungkam kata-kataku saat berniat membela diri “seorang Ibu tahu yang terbaik untuk anaknya”. Aku kesal saat itu. Masa remaja yang begitu indah menjadi begitu membosankan saat terikat dengan berbagai peraturan yang tak ku inginkan. Aku iri melihat orang-orang disekelilingku yang bisa bebas dengan keinginan mereka. Kebahagiaan yang mereka perihatkan seperti ejekan yang secara tidak langsung ditujukan padaku.
Aku tersenyum berselubung penyesalan mengingat semua pikiran picik yang pernah aku miliki dulunya. Ibuku tidak salah, hanya caranya mendidikku sedikit berlebihan. Sekarang aku tahu, didikan keras dan penuh batasan yang aku terima, ternyata benteng kokoh yang berhasil menyelamatkanku dari perkembangan zaman yang bagai air bah, siap menyeret siapapun jika lengah sedikit saja.
Inilah aku sekarang. Gadis yang kadang dikasihani orang, kadang dijadikan bahan omongan tetangga karena terlalu jadi anak rumahan, dan Alhamdulillah, sebanyak mereka menjadikanku sasaran gunjingan, sebanyak itu pula akhirnya aku mendapatkan pujian secara tidak langsung. Ibuku hebat. Aku terhindar dari dunia malam yang telah menjadi tren muda mudi sekarang. Aku selamat dari pergaulan menyesatkan yang tak sekali datang menggodaku untuk mencoba ini itu bersama mereka yang mengaku temanku. Semua berkat peraturan ini itu dan batasan yang ku kategorikan menyebalkan dan tidak berperasaan dari sang Ibu.
***


Aku telah berada di ruang tengah, menonton drama korea “The Thorn Bird” yang begitu ku suka, tugas rumah selesai, dan tubuhku juga telah kembali bersih dan segar. Disela-sela tontonan, tanganku meraih ponsel kesayangan yang telah berumur empat tahun lebih, yang menjadi saksi perjuanganku dalam hal pendidikan dan cinta. Aku begitu mencintai ponselku ini. Kehilangannya sama saja kehilangan hal penting dalam hidupku.
Seraya mengikuti alur cerita dari drama yang ku tonton, aku juga memanfaatkan pelayanan hemat yang ditawarkan pihak telkomsel kepada pelanggannya. 0.facebook.com. Sekalian melepas rindu dengan dunia maya tanpa menghabiskan banyak pulsa. Berpandai-pandai itu perlu. Lagi pula aku bisa mengetahui banyak hal dari mereka yang ku kenal tanpa bertanya kepada mereka. Karena dengan sendirinya mereka akan memuatnya di stat mereka. Dalam hal ini teknologi membantuku semakin mengenali karakter mereka tanpa bertatap muka. Perkembangan zaman melahirkan buku-buku terbuka untuk semua kalangan usia. Tentu ada positif dan negatifnya. Semua kembali kepada kepribadian masing-masing orang. Namun jika tidak berhati-hati, perkembangan teknologi bisa menjelma menjadi sesuatu yang sangat berbahaya.
Aku teringat masalah yang pernah aku temui karena facebook. Lebih tepatnya facebook berhasil menghancurkan kepercayaanku terhadap seseorang yang sangat kupercaya, orang yang menempati tempat spesial di hatiku, Zylan. Sebagai seorang kekasih, aku termasuk golongan yang teramat enggan menunjukkan kecintaan yang berlebihan. Aku terbiasa cuek, dan bersikap apa adanya. Aku percaya sesuatu yang berlebihan hanya akan jadi perusak.
Setelah empat tahun lebih menutup diri dari laki-laki, aku beranikan untuk menjalani hubungan dengan Zylan. Hubungan ini berawal dari persahabatan yang begitu indah. Kemana aku pergi, bagaimana keadaanku, dia seakan menjadi orang pertama yang tahu segalanya. Bahkan saat aku terpuruk dan menjadi gadis bodoh yang menangis tersedu-sedu tanpa bicara sedikit pun, dia tetap setia berada di sampingku. Dia duduk di sampingku hanya untuk menjadi penonton terbaik yang begitu mengerti bahwa aku benci dihadiahkan pertanyaan saat kesedihan menyelimutiku. Jika diingat lagi, mustahil rasanya aku akan kecewa dan terluka karena dia.
Perlahan perasaan yang berbeda menghampiri persahabatan antara aku dan dia. Semua terasa semakin istimewa dan cinta hadir diantara kami. Setiap hari perlakuan yang dia berikan penuh dengan kasih sayang. Aku dibuai setiap saat. Dunia seakan jadi saksi kecintaannya padaku. Hatiku yang dulunya bagaikan batu, hancur menjadi pasir saat merasakan setiap kasih sayang yang dia curahkan. Aku terlena, hanyut akan kebahagiaan, tanpa menyadari sesuatu yang buruk mulai menimpaku.
Hingga suatu hari, kenyataan pahit kudapatkan. Entah apa yang membisikkan padaku, sehingga aku membuka facebooknya tanpa sepengetahuannya. Aku mengetahui email dan passwordnya. Seumur-umur, aku belum pernah selancang itu, aku tidak pernah mengusik privasi seseorang, terutama orang yang begitu ku percaya. Bagiku, kepercayaan adalah tiang terkokoh dalam menjalani sebuah hubungan. Apa guna dan artinya sebuah hubungan tanpa kepercayaan di dalamnya. Tapi sekali lagi, aku tidak tahu kenapa aku sanggup melakukan semuanya, yang terlintas dibenakku hanya “lakukan, dan lihat”.
Satu persatu aku baca stat yang tertera, aku juga melihat comment yang ada, baik dari orang lain sekaligus comment yang dikirim kepada teman-temannya. Terakhir, jemariku beralih mengklik “pesan”. Semua masih terihat normal, tidak ada hal yang rasanya mengganggu hingga aku membaca nama “Nie Brown Smith”. Tadinya ku pikir, dia salah satu teman laki-lakinya. Namun sesuatu terjadi, jemariku melakukan kesalahan karena bergerak terlalu cepat sehingga memperlihatkan pesan-pesan sebelumnya. Mataku tepat menangkap kata “yank”. Tunggu. Apa tadi? “yank?”, batinku. Dengan rasa penasaran yang melangit bumi, aku baca satu persatu pesan Zylan dengan Nie Brown Smith, yang ternyata adalah seorang gadis, bukan laki-laki seperti dugaanku.
Mataku tidak berkedip sedikitpun membaca pesan yang ada. Bagai belati tajam, pesan demi pesan itu mencabik-cabik hatiku. Tidak gadis itu, tidak kekasihku, mereka sama-sama berbalasan penuh perhatian, bahkan dibubuhi dengan kata-kata manja, yang setiap kata-katanya menghancurkan hatiku. Tanya aku. Apa aku terluka??? Apa aku berhak untuk terluka??? Demi apa semua itu harus kurasakan??? Dengan hati pedih tak tertahan , aku paksakan untuk membaca semuanya, hatiku seakan berteriak histeris saat kata-kata “yank” mereka gunakan. Saat kata-kata “yank” itu juga digunakan oleh orang yang kukira paling mencintaiku, orang yang paling aku percaya, dan ditujukan kepada gadis itu.
Susah payah ku telan ludahku. Aku terpatung tidak bergerak di kursi lobi kampus. Hari itu ada kelas Anatomi Fisiologi Manusia yang menantiku. Dr. Elsa bisa saja tidak akan memberiku izin mengikuti perkuliahannya jika aku terlambat. Tapi saat itu kakiku mati rasa, tak bisa digerakkan. Seakan aku lumpuh mendadak. Logikaku sibuk mengartikan semua yang ada dihadapanku. Perkuliahan seperti apa yang bisa ku ikuti dengan keadaan seperti itu. Dadaku juga sakit sekali. Ingin aku berlari, tapi kemana??? Ingin aku teriak, tapi kemana perginya suaraku???? Dengan bodohnya aku berdoa semoga semua yang kulihat hanya mimpi buruk yang tak akan mungkin terjadi. Tapi jika semuanya hanya mimipi buruk, kenapa aku terjaga??? Kenapa rasanya sakit sekali???? dan jika semuanya hanya mimpi kenapa pesan-pesan itu terpampang nyata di depan mataku????
Saat itu aku ditampar oleh kenyataan. Ditampar dengan kuat. Tamparan yang membekas. Sekalipun rasa sakitnya hilang, bekas tamparan kenyataan yang aku terima tidak bisa hilang. Bermodalkan kecintaan yang dikhianati, aku bangkit. Setumpuk rasa sakit yang menikam hatiku perlahan membuatku sangat kuat. Teramat kuat hingga tak sedikitpun air mataku tertumpah sebagai wujud luka satayan yang diperbuat Zylan padaku. Apa aku hancur?? Jelas. Gadis mana yang tidak akan hancur jika orang yang paling dia cintai dan mengaku paling mencintainya ternyata mampu memperlakukan gadis lain begitu manis dan menggunakan kata “yank” sebagai panggilan untuk gadis itu.
Aku terus paksakan tubuhku untuk bangkit dan tetap mengikuti perkuliahan. Tubuhku disana, di ruangan itu. Sementara pikiranku sepenuhnya dikuasai oleh chattingan Zylan dan gadis itu.
Sejak saat itu kepercayaanku hancur sehancurhancurnya. Tidak berbentuk sama sekali. Sejak saat itu juga aku berhenti percaya pada laki-laki, termasuk Zylan. Tapi apakah rasa sayang yang tertanam dihatiku mati???? Aku berharap besar itulah yang terjadi. Tetapi tidak. Rasa itu tetap bertahan disana, dikepingan hatiku yang telah berserakan.
Zrrrtttt..zzzrrrrttttt. Getaran ponsel yang sedari tadi masih dalam genggamanku, membuyarkan ingatan yang ingin sekali aku lupakan. Ternyata message dari Zylan.
“Sayaaaaang, lagi ngapaen kamu disana??? Udah makan???” aku tersenyum membacanya. Begitulah Zylan, aku marah, aku sedih, aku kesal sekalipun dia akan tetap memberikan perhatian seperti itu. Andai saja hatiku tidak memilihnya dulu, andai saja rasa itu tidak berakar terlalu kokoh di hatiku, mungkin hubunganku dengannya telah berakhir dan menjadi lembaran usang.  Satu kesalahan yang telah aku lakukan adalah karena membiarkan hatiku menjadi lahan yang bagus untuk rasa yang ditanamkan Zylan padaku. Sekarang terlambat bagiku untuk menyesalinya. ***

10.00 PM. Aku telah berada di kamar tidurku. Suara merdu dari Park Yuchun mengalun begitu merdunya, memecah kesunyian. Begitu damai dan menenangkan. Membuatku merasa jatuh cinta. Karena pada dasarnya, jatuh cinta itu sangatlah indah. Selain membuat orang yang merasakannya menjadi lebih hidup, jatuh cinta juga berpengaruh terhadap proses penuaan dan kesehatan mental, terutama kaum hawa. Dari sebuah artikel yang pernah kubaca, disana dijelaskan bahwa jatuh cinta sangat baik bagi wanita. Berdasarkan penelitian yang dilakukan English Longitudinal Study of Ageing, didapatkan hasil bahwa para wanita yang sedang menjalin hubungan asmara, akan memiliki kualitas diri yang lebih tinggi dari biasanya. Aku juga baru tahu bahwasanya jatuh cinta akan memberikan ketahanan jantung yang tiga kali lebih baik. Ini juga yang menjadi salah satu alasanku untuk menjalin hubungan dengan seseorang yang spesial, disamping rasa sakit yang pernah kurasakan, lebih dari itu cinta membuatku benar-benar bahagia.
Dengan senyum yang menghiasi wajah, kubuka lagi email-email yang kuterima. Hari ini aku mendapatkan email dari Aizee, seminggu yang lalu aku juga mendapatkan email dari Aurel. Sekarang aku paham kenapa Aizee telat membalas email yang telah aku kirim padanya. Seperti yang dikatakan Aurel, mengirimi email secara terpisah memang menyusahkan. Karena kedua emaill telah aku terima, tak ada lagi alasan bagiku untuk menunda membalas email dari mereka.
Bertemankan alunan terbaik, aku mulai mengetik kata demi kata, merangkainya menjadi kalimat untuk menuangkan semua hal yang menari dipikiranku. Membayangkan mereka ada dihadapanku dan bicara langsung kepada mereka.

23 Februari 2012
Dear gadis-gadis hebat.

Senang sekali rasanya benar-benar bisa berbalasan email secara nyata seperti ini. Dulunya aku kira kita hanya bisa sekedar menghayalkannya saja, tapi sekarang semua benar-benar menjadi kenyataan. Sepertinya aku harus berhati-hati mengenai apa yang hendak ku hayalkan. Betapa indahnya jika sesuatu yang baik bisa menjadi nyata, tetapi akan menjadi malapetaka jika yang buruk juga ikut-ikutan jadi kenyataan. Aku harap, kalian bisa terus mengingatkanku akan hal yang satu ini.
Aurella, aku ingin sekali berteriak histeris kepadamu. Kau ini gadis apa??? Kenapa kata-kata yang kau keluarkan berdaya magnet seperti itu??? Aku ingin sekali memelukmu jika kau semanis ini. Jangan salah paham padaku, karena hingga detik ini aku belum pindah haluan menjadi lesbian.
Senyumku semakin melebar sembari melirik kembali email dari Aurella. Gadis yang terkesan kaku seperti dia,  sedikit aneh jika berkata terlalu manis. Karena jarang sekali aku mendapatkan kata-kata yang manis darinya. Selalu apa adanya dan terus terang. Adakalanya kata-kata yang keluar dari mulutnya begitu pedas dan berbisa, tapi bukan berarti tidak pernah menyentuh dan mengharukan. Dia seolah menjadi sosok pelengkap dalam ketidaksempurnaan. Begitu rasional dan merupakan tempat terbaik disaat aku membutuhkan solusi dari masalah yang kuhadapi.
Kau membuatku terharu pilu nona. Aku mengenalmu bukan dalam jangka waktu singkat. Kebersamaan kita bukan satu hari. Persahabatan yang kita jalin juga tidak sekedar kata. Sekalipun saat itu kau memberikan perlakuan yang berbeda padaku, sekalipun kau diam saat berhadapan denganku, sekalipun kau terus berlalu saat aku telah menatapmu, kau tetap sahabatku dan aku tetap sahabatmu. Kau ini gila apa??? Kapan aku menyalahkanmu??? Sedikitpun aku tidak menilai bahwa kau salah. Aku mengerti apa yang kau rasakan saat itu. Aku tahu aku tidak serasional dirimu, tapi aku bisa menilai dan melihat dengan baik situasi orang yang kuhadapi. Sikap yang saat itu kau tunjukkan memberikan arti tersendiri padaku. Orang lain mungkin akan memberikan respon yang berbeda padamu dan menyalahkanmu, tapi sekali lagi, aku ini sahabatmu. Aku mengerti apa yang kau rasakan meskipun tak sesempurna yang kau rasakan. Jadi jangan meminta maaf seperti itu padaku gadis bodoh. Kau membuatku merasa tak enak hati.
Kerinduan mendalam menghujamku. Tiba-tiba aku sangat merindukan kebersamaan bersama mereka. Aku ingat dengan baik indahnya persahabatan yang terjalin antara aku dan gadis-gadis hebat itu. Aku ingat saat dimana aku tertawa bersama dengan mereka, menangis bersama dan saling merangkul satu sama lainnya. Sekali dua kali masalah diantara kami datang sebagai penguji persahabatan ini. Tentu aku pernah kesal, pernah marah, tapi lebih dari itu aku sangat menyayangi mereka.
Aku merasakan mereka sangat berarti bagiku saat aku merasa akan kehilangan mereka. Begitu takut dan ingin sekali memastikan mereka baik-baik saja. Gempa 30 September 2009. Aku tidak akan pernah melupakan hari itu.
Aku, Aizee, Aurella, Diana dan Octa berada di kampus. Octa berada di ruangan berbeda denganku, dia mengikuti rapat BPM. Saat itu dia menjabat sebagai Wakil Sekretaris II Badan Eksekutif Mahasiswa di fakutas kami, MIPA. Sementara aku dan yang lainnya berada di ruangan C18 mengikuti rapat salah satu kegiatan rutin Biologi setiap tahunnya, Arteri. Dipertengahan rapat, Diana meninggalkan ruangan. Diantara kami berlima, Diana yang paling cepat berpaling ke kostan. Aku dan yang lainnya tidak mungkin menghalanginya.
Rapat kembali dilanjutkan. Beberapa orang ditunjuk untuk menduduki bagian kepanitiaan dalam kegiatan Arteri 2009. Aku tidak merasakan firasat apa-apa sebelum bencana itu datang.
Dengan goncangan yang begitu kuat, sesuatu yang tadinya menjadi pijakanku tiba-tiba bergerak hebat. Gempa itu datang. Aku ketakutan separuh mati rasanya. Semua orang berhamburan meninggalkan ruangan. Aku tidak tahu lagi siapa yang ada di depanku, di belakangku bahkan di sampingku. Yang ku tahu hanyalah semua orang berlarian, mereka berteriak ketakutan, saling mendahului untuk menyelamatkan diri. Entah bagaimana caranya, akhirnya aku berhasil keluar dari ruangan. Aku telah berada di depan lobi kampus bersama belasan atau mungkin puluhan orang lainnya. Aku tidak ingat lagi berapa banyak orang saat itu. Aku panik. Pikiran buruk datang menyelimutiku. Seolah-olah nyawaku akan diambil hari itu juga.
Sedetik dua detik aku mendapati diriku masih bernafas. Aku masih hidup. Masih dapat melihat dengan jelas semua orang yang tak kalah panik dan takut sepertiku. Kemudian aku menyadari sesuatu. Aku sendiri. Aku tahu tadi aku tidak sendiri, aku bersama mereka, sahabat-sahabatku. Tapi sekarang aku berdiri sendiri tanpa satupun diantara mereka bersamaku. Penuh perasaan ketakutan aku berteriak memanggil nama mereka. Berharap akan ada jawaban. Teramat berharap sahabat-sahabatku akan menjawab panggilanku. Mataku melayang kesana-kemari, tapi tak kutemukan mereka. Aku ingin menangis sejadi-jadinya mendapati diriku tak menemukan satupun dari mereka.
Pencarianku terhenti saat seseorang datang menghamburkan dirinya dalam pelukanku. Memelukku begitu erat. Dia sangat ketakutan. Bahkan aku lupa seberapa takut aku sebenarnya ketika aku tiba-tiba merasakan ketakutan yang lain memelukku. Dia gemetaran. Kemudian aku merasakan sesuatu membasahi bahuku. Dia menangis. Menangis sangat keras . Keras sekali.
“Cherieeeee” aku tersentak. Aku mengenal suara itu, tangisan itu. Semakin keras dia menyebut namaku semakin aku mengenalinya.
“Aizeeeee,,, yaaa Tuhan,, kau tidak apa-apa???” aku membalas memeluknya dengan erat. Jangan ukur berapa kelegaanku saat itu. Ketakutanku seakan meluap. Aku seperti memiliki sesuatu sebagai penguat dalam ketakutanku.
“Aizeeee, Aurella, mana dia?? dimana Aurel???” perlahan Aizee melepas pelukannya, tapi dia tidak memberikan jawaban. Dia masih terlalu shock. Dengan Aizee di sampingku, aku kembali berteriak menyerukan nama Aurel. Gadis itu entah dimana. Aku tidak melihatnya. Aku mulai mengenali beberapa orang yang tadinya terlihat sebagai orang asing bagiku.
“Aurelllaaaaaaa…..Aurellllllll…!!!!!!!’’’ berulang kali aku berteriak. Hingga mataku menangkap seseorang yang tadinya duduk tepat disebelahku saat rapat berlangsung berada kurang lebih lima meter dariku. Suaraku tercekat melihatnya. Aku kaget dan kembali panik melihat Aurel berlari ke arah ruangan yang dihindari semua orang. Aku tidak bisa lagi berpikir jernih, gadis itu gila, bahkan sangat gila, dan gadis gila yang mulai mengantarkan nyawanya dalam bahaya itu adalah sahabatku. Mana mungkin aku bisa diam saja melihatnya masuk lagi ke dalam ruangan, sementara aku dan semua orang berlarian meninggalkan ruangan itu. Tanpa pikir panjang, aku berteriak sekeras yang bisa aku lakukan.
“Aurel, apa yang kau lakukan??? Aurellllll, kau kemana??? Aurellaaaaa, menjauh dari tempat itu…!!! Aurelllllllll…!!!” air mataku tertumpah dibuatnya. Gadis bodoh itu berlari cepat mendekati tempat itu.  Aku tidak bisa berlari menariknya, karena Aizee memegangiku dengan sangat kuat. Aku hanya bisa berharap dia sadar dan berhenti menjadi bodoh seperti itu. Demi apa kau kesana???
Tidak lama setelah itu, dia berlari ke arahku.  Mungkin dia mulai melihatku atau mendengar teriakanku. Aku tidak peduli apa yang membawanya ke arahku. Yang penting dia mulai mendekat. Saat tepat dihadapanku, aku menariknya.
“Apa yang kau lakukan disana??? Kau mau mati haaa????” dia hanya diam. Kami saling berpegangan dan aku memelukku mereka. Memastikan semuanya nyata. Sahabatku selamat. Dengan harapan hidup yang tinggi, kami bertiga berlari menjauh dari kampus, karena kampus kami sangat dekat dengan pantai. Kami berdoa disetiap helaan nafas, semoga semua ini tidak berakhir dengan datangnya Tsunami.
Ditengah usaha penyelamatan diri, aku, Aizee, dan Aurel bertemu dengan Octa. Meskipun begitu hati ini tetap diselimuti ketakutan yang tak kunjung reda. Aku bahkan tidak tahu sedikitpun bagaimana keadaan keluargaku, keadaan Diana, dan orang-orang yang sangat kucintai.
Sejak hari itu aku menyadari betapa penting dan berartinya mereka bagiku. Terlepas dari hal buruk apapun yang pernah terjadi antara aku dan mereka, mereka tetap menjadi sahabatku.
Dan untukkmu Aizee, dari dulu hingga detik ini kau tetap menjadi gadis yang keseluruhan cerita hidupmu bagaikan sinetron. Jika tidak bertemu denganmu, mungkin aku belum bisa percaya sepenuhnya bahwa ada kisah hidup yang begitu berwarna seperti hidupmu.
Kau gadis beruntung teman. Dewi fortuna seakan tak ingin pergi terlalu jauh darimu. Seburuk apapun situasi yang kau hadapi, selalu kau temukan jalan terbaik untuk bangkit dari semua kerterpurukanmu. Kau selalu bisa menjadi sosok baru yang jauh lebih hebat setelah kau jatuh. Tak heran jika aku pernah iri dengan semangatmu.
Aku tidak tahu harus mengeluarkan kata-kata apa mengetahui masalah hubunganmu dengan Kevin. Aku pernah diposisimu dulunya. Sangat tidak mudah menjadi kuat atau setidaknya terlihat kuat didepan semua orang. Tapi kau sahabatku, gadis hebat yang penuh semangat dengan Dewi Fortuna yang senantiasa bersahabat denganmu. Aku percaya kau bisa melewati semua perihal buruk ini. Ini bukan pertama buatmu bangkit dari rasa sakit, duunya kau juga pernah mengalami hal seperti ini. Dulunya kau bisa bangkit, maka tidak alasan kalau kali ini kau mengalah begitu saja melawan kenyataan. Kau kuat Aizee, dan aku tahu kau mengetahui itu. Mimpi yang ada di depanmu, masa depanmu, hidupmu dan semua yang hari ini kau dapatkan terlalu berharga untuk kau hancurkan hanya karena rasa sakitmu.
Beberapa orang yang kau ceritakan dalam emailmu sangat menarik. Kau memang gadis yang tidak bisa hidup tanpa laki-laki. Aku hanya berharap kau bahagia menjalani apapun yang akan menjadi keputusanmu. Yang terpenting, dahulukan yang patut kau dahulukan. Kejar yang perlu kau kejar, dan dapatkan apa yang menurutmu patut dan pantas kau dapatkan.
Apapun yang terjadi padamu Aizee, Aurel, kita tetaplah sahabat. Jika masalah yang kau hadapi sudah tak kuasa disimpan sendiri, jangan pernah lupakan aku. Kita bersama untuk berbagi. Bukankah impian kita terlalu indah??? Mari kita wujudkan semuanya menjadi nyata. Apapun yang terjadi nantinya sepenuhnya milik Tuhan, yang penting kita harus tetap berusaha.
Sebentar lagi aku akan wisuda. Aku tidak berharap banyak kalian akan hadir di hari pentingku. Setidaknya, aku tahu, kalian akan selalu ada untuk mendukungku dan akan bahagia dengan kebahagiaanku. Mengetahui itu saja aku sudah sangat bahagia.
Jemariku berhenti menari. Aku termenung sesaat. Yah. Tidak lama lagi. Beberapa hari lagi hari kelulusanku akan tiba. 3 Maret 2012. Di hari itu jubah kebesaran beserta toga akan kugunakan dan secara resmi kelulusan ku raih. Terselip kesedihan dalam bahagiaku. Bahagia, karena perjuanganku melewati gerbang pertama telah selesai. Satu tanggung jawabku untuk membahagiakan kedua orangtua telah berhasil kulakukan. Dilain sisi, aku merasa sedih. Sedih karena di hari pentingku, mereka yang menempati tempat spesial dan menjadi teman terbaikku dalam menjalani hari-hari selama berada di kampus hanya berkemungkinan kecil bisa menghadirinya. Aizee tengah berada di Bandung, melanjutkan pendidikan S2, Octa juga telah memberitahuku beberapa minggu belakangan bahwasanya dia kemungkinan besar tidak bisa hadir. Sementara Aurel akan melakukan perjalanan ke luar negeri. Hanya Diana yang berkemungkinan datang. Entahlah. Tidak seharusnya aku banyak berharap dan memaksakan semua berjalan seperti yang aku inginkan. Tapi sulit memungkiri keinginan yang terselip ini. Hah. Egoisnya aku.
Aku berusaha menepis hasratku. Aku tidak boleh berlarut-larut akan pengharapan. Sembari menyeruput susu cokelat yang terlalu lama ku abaikan karena terlena akan alunan musik dan email, ku pandangi foto yang terpajang di meja kecil yang terdapat di pojok kamarku. Gurat kebahagiaan dan keceriaan terpancar nyata di raut wajah sahabat-sahabatku. Foto itu diambil pada tahun pertama aku bergabung dengan Biologi UNP. Tadinya aku sempat berkeinginan untuk pindah jurusan setelah satu tahun di Biologi, karena jurusan yang sebenarnya aku idam-idamkan adalah Psikologi.  Tapi karena indahnya persahabatan, perlahan aku menyukai hari-hariku selama di Biologi, lebih tepatnya mereka memperindah perjalanan hidupku di kampus. Sesulit apapun keadaan dan seberapa membosankannya perkuliahan, jika bersama mereka aku tetap bisa tersenyum dan melewatinya.
Selesai menandaskan susu cokelat yang tidak lagi hangat, aku kembali menggerakkan jemariku di atas keyboard, merangkai kata yang ingin ku sampaikan kepada kedua gadis itu.
Kabar terakhir yang aku dapatkan, kau akan pergi liburan kan Aurel??? kalau tidak salah akhir bulan Februari ini. Iya kan…??? Kemana kau liburan?? Aku lupa, hehehehe.
Suatu hari nanti aku juga ingin seperti kalian berdua. Aku juga ingin keluar dari kota Padang ini. Pergi ke tempat yang baru dan menemui orang-orang yang baru. Aku ingin sekali mewujudkan semua itu.
Mengenai hubunganku dengan Zylan, sejauh ini hubunganku dengannya baik-baik saja. Terakhir aku cerita padamu Aurel, hubunganku berada dalam fase kejenuhan tingkat tinggi. Ketidaktahuanku mengenai Zylan dan seperti apa Zylan sebenarnya, seperti apa dunianya dan teman-temannya hadir bagai bomerang yang menggrogoti rasaku padanya. Tapi sekarang semuanya sudah mulai bisa ku atasi.
Banyak hal dari dirinya yang sebenarnya kurang ku sukai, dunianya, teman-temannya, dan sikapnya. Tapi semua harus bisa ku terima, aku tidak mungkin memintanya bertopeng untuk menjadi seseorang yang ku inginkan. Aku tidak ingin mencintai seseorang atas dasar aku yang membuat kepribadiannya, tapi aku ingin mencintai seseorang karena kepribadian yang dia miliki memang miliknya sendiri.
Perlahan aku dituntut dewasa oleh keadaan dan waktu. Aku terlalu egois selama ini. Semua hal berlaku sesuai dengan apa yang ku inginkan. Sedikit saja tidak sesuai dengan yang kuharapkan, aku langsung berlaku buruk padanya. Mungkin ini saatnya aku menyerahkannya kembali ke dunianya, ke kehidupannya, ke teman-temannya. Ini saatnya bagi Zylan untuk kembali meraih jati dirinya yang telah sempat ku renggut dan ku ganti sesuai dengan keinginanku. Sekaligus aku belajar menjadi orang yang benar-benar mencintainya.
Jodoh di tangan Tuhan, aku tidak bisa memaksakan apapun di dunia ini. Sekalipun aku ingin semua berjalan sesuai dengan mauku. Kali ini aku akan berusaha dengan cara yang berbeda. Aku berusaha mengenali dia dengan cara seperti ini.
Aku juga tidak terlalu sering lagi bertemu dengannya. Komunikasi kami cukup lancar, meskipun sesekali terasa sangat kurang atau mungkin aku yang sengaja menguranginya. Aku ingin waktu menuntunku menata semuanya dengan sempurna. Aku dan dia sama-sama menginginkan kebahagiaan. Jadi tak adil rasanya jika aku mengambil sebagian kebahagiaannya demi memenuhi kebahagiaanku semata.
Ohhh yaaa, aku juga sudah jujur kepada Ibu mengenai hubunganku dengan Zylan. Di luar dugaan aku sanggup melakukannya. Bahkan aku serasa bermimpi saat mengetahui Ibu tak marah mengetahui semuanya. Aku juga telah menjelaskan kepada Ibu alasanku menyembunyikan hubunganku selama ini. Pertama, karena aku masih kuliah. Kedua, karna dulunya Zylan belum dapat kerja.
Sekarang tidak ada alasan lagi bagiku menunda untuk jujur kepada Ibu. Zylan juga sudah bekerja di bagian Finance. Setidaknya ini awal baginya untuk melangkah maju. Setelah aku resmi memakai toga nantinya, Zylan akan kupertemukan langsung dengan Ibu dan Ayah.
Aku tidak tahu kemana arah kapal membawaku. Aku hanya berharap memiliki nahkoda yang bisa kuandalkan, yang bisa membawaku ke pelabuhan terindah nantinya.
Aku menyayangi kalian. Dimanapun, dan bagaimanapun keadaanku, aku ingin kalian tahu, aku masih dan akan selalu mengingat kalian.
Salam hangat dan pelukan untukmu gadis-gadis hebat…
Aku tunggu balasan dari kalian…

Aku mereggangkan otot-ototku yang mulai terasa kaku karena terlalu lama mengetik.
“Yah, akhirnya selesai” aku tersenyum puas menatap layar komputerku. “Hah, mataku mulai perih, saatnya tidur”. Aku beranjak meninggalkan komputer, setelah mematikannya terlebih dahulu. Penunjuk waktu telah mencapai angka 12.05 Am. Telah tiba waktunya bagiku untuk segera memeluk guling kesayangan dan bergelut dengan selimut lusuh yang begitu nyaman.
***